Minggu, 27 Oktober 2013

DASAR HUKUM, PENGERTIAN DAN TUJUAN PANCASILA

DASAR HUKUM, PENGERTIAN DAN TUJUAN PANCASILA
DASAR HUKUM
PANCASILA & PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
UU NO. 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL YANG MEWAJIBKAN KURIKULUM SETIAP SATUAN DAN JENJANG PENDIDIKAN TERMASUK PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI MEMUAT:
A.       PENDIDIKAN AGAMA
B.       B. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
C.       C. BAHASA.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DIMAKSUDKAN UNTUK MEMBENTUK PESERTA DIDIK MENJADI MANUSIA YANG MEMILIKI RASA KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR.
          (PENJELASAN PASAL 30 AYAT (1) UU NO. 20/2003)

PENGERTIAN PANCASILA
A. Secara Etimologis:
                Menurut Muh. Yamin, di dalam Bahasa Sansakerta perkataan Pancasila mempunyai 2 macam arti, yaitu:
                1.   Panca: lima
                2.   a. Syila  : dengan  huruf   “i”  pendek,
                                                       artinya batu sendi, “alas” atau
                                                       “dasar”.
                      b. Syiila : dengan huruf “i” panjang, artinya                              “peraturan tingkah laku yang                                                   penting/baik/senonoh.
B. Secara Historis
                1. Berasal dari Agama Budha yang berarti lima aturan    
                    yang harus ditaati, yaitu:
                                a. Dilarang membunuh
                                b. Dilarang mencuri
                                c. Dilarang berzina
                                d. Dilarang berdusta
                                e. Dilarang minum minuman keras
                2. Pada Zaman Majapahit
                    a. Empu Prapanca: Negara Kertagama
                       “Yatnanggegwani pancasyla Kertasangkarabhi-
           sekakakrama.
                                 Artinya:
                                 (Raja) menjalankan dengan setia kelima pantangan                  (Pancasila)              itu begitu pula upacara-upacara ibadat     dan penobatan-penobatan.
                b. Empu Tantular: Sutasoma
                                mempunyai arti “pelaksanaan kesusilaan yang lima”
                                (Pancasila Krama), yaitu:
                                1. Tidak boleh melakukan kekerasan
                                2. Tidak boleh mencuri
                                3. Tidak boleh berjiwa dengki
                                4. Tidak boleh bohong
                                5. Tidak boleh mabuk minuman keras
3.             Dalam masyarakat Jawa “Ma-Limo”
                1. Mateni : membunuh
                2. Maling : mencuri
                3. Madon : berzina
                4. Madat                  : Menghisap candu
                5. Main                    : Berjudi
C. Secara Terminologis
                Digunakan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang PPKI untuk memberi nama lima dasar atau lima prinsip negara Indonesia merdeka yang diusulkannya, yaitu:
                1. Kebangsaan Indonesia
                2. Internasionalisme, atau perikemanusiaan
                3. Mufakat, atau demokrasi
                4. Kesejahteraan sosial
                5. Ketuhanan
D. Secara resmi/formal:
                Pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan disyahkannya Rancangan Hukum Dasar serta dalam Pembukaannya yang memuat Lima Dasar Negara Indonesia yang diberi nama Pancasila, yaitu:
                1. Ketuhanan Yang Maha Esa
                2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
                3. Persatuan Indonesia
                4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
                                 kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
                                 perwakilan
                5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
                                 Indonesia
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN KEWARGA(NEGARA)AN ADALAH PENDIDIKAN DEMOKRASI YANG BERTUJUAN UNTUK MEMPERSIAPKAN WARGA MASYARAKAT BERPIKIR KRITIS DAN BERTINDAK DEMOKRATIS, MELALUI AKTIVITAS MENANAMKAN KESADARAN KEPADA GENERASI BARU TENTANG KESADARAN BAHWA DEMOKRASI ADALAH BENTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG PALING MENJAMIN HAK-HAK MASYASRAKAT.
                                                     (CIVIC EDUCATION; ICCE; 9)
Pengertian pancasila sebagai dasar negara, sesuai dengan bunyi Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat ”…....., maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada; Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusia yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Di dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut meskipun tidak tercantum kata Pancasila, namun bangsa Indonesia sudah bersepakat bahwa lima prinsip yang menjadi dasar Negara Republik Indonesia disebut Pancasila. Kesepakatan tersebut, tercantum pula dalam berbagai Ketetapan MPR-RI diantaranya sebagai berikut :

1) Ketetapan MPR – RI No.XVIII/MPR/1998, pada pasal 1 menyebutkan bahwa “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara”.

2) Ketetapan MPR No. III/MPR/2000, diantaranya menyebutkan : Sumber Hukum dasar nasional yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusia yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar